Minggu, 01 Desember 2013

Negeri tak Bermoral : Refleksi di balik Hari AIDS

Hari ini tepat 1 Desember 2013, hari yang diperingati Dunia sebagai hari AIDS. AIDS atau Acquired Immune Deficiency Syndrome adalah sekumpulan gejala penyakit yang timbul karena turunnya kekebalan tubuh. AIDS disebabkan oleh infeksi HIV. Akibat menurunnya kekebalan tubuh pada seseorang maka orang tersebut sangat mudah terkena penyakit seperti TBC, kandidiasis, berbagai radang pada kulit, paru, saluran pencernaan, otak dan kanker.
Penyakit HIV-AIDS yang melanda negeri ini sudah semakin parah, di ibukota saja berdasarkan data Kementerian Kesehatan hingga Juli 2013, tercatat sebanyak 24.807 kasus HIV dan 6.299 kasus AIDS. Salah satu yang menyebabkan penularan virus HIV sebagai penyebab AIDS menurut Komisi Penanggulangan AIDS adalah karena hubungan seks yang tidak aman. Jika berhubungan seks tanpa menggunakan kondom, hal ini memungkinkan cairan mani atau cairan vagina yang mengandung virus HIV masuk ke dalam tubuh pasangannya. Oleh karena ini menjelang peringatan hari AIDS tahun 2013 ini pemerintah akan menggelar pekan kondom nasional dari tanggal 1-7 Desember 2013.
Miris rasanya mendengar berita ini, pemerintah seperti mensponsori rakyatnya sendiri untuk melakukan seks bebas. Hal ini seperti melegitimasi secara halus bahwa silakan saja kamu melakukan seks bebas asalkan dilakukan dengan aman dan menggunakan kondom agar tidak tertular HIV-AIDS. Pemerintah mungkin beralasan untuk memberlakukan pekan kondom dalam menanggulangi AIDS, tapi nyatanya itu adalah solusi parsial  dan justru menjerumuskan kedalam kemaksiatan yang lebih besar. Padahal nyatanya Rasulullah pernah bersabda : “Jika zina dan riba sudah menyebar di suatu bangsa maka sesungguhnya mereka telah menghalalkan azab Allah atas diri mereka sendiri.” (HR al-Hakim, al-Baihaqi dan ath-Thabrani).

Salah Kaprah
Ketika menghadapi suatu permasalahan, langkah yang harus ditempuh adalah dengan menyelesaikan akar masalahnya. Penyakit HIV-AIDS yang saat ini semakin parah di sebabkan karena maraknya seks bebas berarti yang seharusnya diatasi adalah masalah seks bebas, ketika diadakan pekan kondom, hal ini justru akan semakin mendorong masyarakat untuk melakukan seks bebas, bukannya mengatasi malah justru akan semakin memperparah. Islam sudah dengan tegas melarang seks bebas karena pasti ada kemudharatan disitu. Entah dimana logika pemerintah ketika melakukan kebijakan ini. Hal ini justru telah menodai kita sebagai bangsa timur yang bermartabat dan telah merusak moral anak bangsa.


Minggu, 24 November 2013

Tentang #YukMenginspirasi

Inspirasi itu adalah titik terang di tengah kebuntuan, pernah denger “aduh gue lagi gak ada inspirasi” atau “bentar gue nyari inspirasi dulu” yang diccari saat itu adalah inspirasi, ya berarti inspirasi itu seperti cahaya kecil di tengah kegelapan. Selain itu inspirasi itu seperti virus-virus yang dapat bereplikasi menjadi kebaikan-kebaikan baru lainnya, misalnya kita melihat seorang M. Natsir sebagai sosok inspirasi untuk seorang pemimpin bangsa karena kepemimpinan dan teladan beliau, orang-orang hari ini pasti akan berduyun-duyun berusaha menjadi sosok M. Natsir masa kini, itulah yang namanya Menginspirasi. Meskipun raga sudah tak dapat bersua, tapi jejak inspirasi akan tetap selalu ada.

Kenapa #YukMenginspirasi ?
Setiap orang pasti punya caranya sendiri-sendiri untuk dapat menginspirasi, seorang M. Natsir mungkin bisa jadi sosok yang menginspirasi dalam kepemimpinannya, tapi belum tetntu dapat menjadi sosok yang menginspirasi karena komunikasi atau karya seni nya. Karena setiap orang punya kesukaannya masing-masing jadi mari menginspirasi dengan cara kita masing-masing pula. Begitupun di Kemafar, keberagaman individu-individu di Kemafar juga seharusnya mendorong untuk dapat menginspirasi dengan caranya masing-masing. Untuk seorang akademisi mari Menginspirasi orang-orang dengan IPK yang tinggi misalnya. Bagi seorang yang suka dengan karya tulis, mari menginspirasi dengan prestasi-prestasinya. Bagi seorang organisatoris, mari menginspirasi karena pencapaian karya nya. Bagi seorang penulis, mari menginspirasi dengan tulisannya. Intinya kita bisa menginspirasi orang-orang dengan cara kita sendiri.

Lebih dekat dengan #YukMenginspirasi
#YukMenginspirasi sebetulnya merupakan singkatan dari visi yang akan saya bawa “Ikhlas Mengabdi, Proaktif Berkontribusi, Corong Pergerakan dan Prestasi”.

Ikhlas Mengabdi
Salah satu perbedaan kita sebagai mahasiswa dengan kaum lainnya adalah orientasi kita bukan uang, pengabdian yang dilakukan murni untuk berbagi dan inilah idealism yang harus di junjung.

Proaktif Berkontribusi
Jangan pernah mau hanya menjadi penikmat sejarah, jadilah para pelaku sejarah! Organisasi ini milik kita dan tidak akan pernah hidup tanpa kita. Berkontribusi itu seperti sedekah, kita tidak akan pernah rugi. Semakin banyak berkontribusi maka kita akan semakin banyak pula kita menerima.

Corong Pergerakan dan Prestasi
Salah satu peran mahasiswa adalah melakukan pergerakan, dan inilah salah satu yang membedakan kita dengan siswa. Pergerakan itu tidak melulu harus turun ke jalan dengan aksi. Ketika kita melihat satu realita yang salah maka kita wajib mengubahnya, dan itulah hakikat bergerak yang sesungguhnya, berpindah dari satu posisi menuju posisi lainnya, berpindah dari satu keadaan menuju keadaan yang lebih baik tentunya.
Parameter sederhana terhadap suatu keberhasilan itu adalah prestasi. Prestasi itu adalah modal untuk melihat lebih dekat dan melangkah lebih jauh. Melihat lebih dekat apakah program kemafar UNPAD selama ini sudah massif dan tepat sasaran atau tidak, serta melangkah lebih jauh atas pencapain periode-periode sebelumnya.

Kemudian visi ini saya jabarkan kedalam beberapa misi.

  1. Menciptakan nuansa kekeluargaan sebagai sarana penunjang pengembangan potensi dan minat anggota Kemafar UNPAD
  2. Mewujudkan iklim kompetitif dan prestatif di  lingkungan Kemafar UNPAD
  3. Optimalisasi BEM Kemafar UNPAD sebagai media pelayanan kesejahteraan mahasiswa yang professional
  4. Membangun pola pikir intelektual mahasiswa sebagai landasan untuk bergerak dan bertindak
  5. Melakukan pengabdian kepada masyarakat berbasis sumber daya mahasiswa
  6. Membangun dan mengokohkan hubungan baik dengan alumni serta lembaga mahasiswa di tingkat fakultas, universitas, nasional maupun internasional

Kemudian ada beberapa program unggulan yang akan di bawa :

Kemafar BerJaya
Ini adalah program untuk berprestasi, kompetisi diluar sana banyak sekali sehingga dalam program ini akan di fasilitasi agar kemafar bisa berprestasi. Program ini merupakan rangkaian mulai dari penginformasian lomba (competition center), pembinaan sampai mengikuti perlombaan itu.

FUN (Farmasi Untuk Negeri)
Ini adalah program untuk menjalankan peran horizontal kita melakukan pengabdian kepada masyarakat. Acara FUN ini mulai dari FUN Green, FUN Charity, FUN Desa.

Kemafar Award
Acara ini merupakan apresiasi kepada civitas yang telah berprestasi membawa harum nama fakultas farmasi UNPAD. selain itu juga untuk membangun nuansa kekeluargaan di antara civitas akademika.

Sabtu, 16 November 2013

Aku Sebut ini Keteguhan Hati

Sebetulnya tidak enak dengan apa yang terjadi dua hari kemarin, semua nya mendorong. Tapi ini memang resiko atas komitmen yang sudah di ucapkan. Dari kemarin memang bingung mau maju atau tidak di pemilihan raya fakultas, benar-benar bingung. Antara mau maju dan bergerak di atas sebagai ketua BEM atau bergerak di bawah make something new membuat komunitas, membangun dan merintis gerakan sendiri. Sebenarnya hati ini lebih condong untuk bergerak di bawah, kepala lebih suka berfikiran bebas tanpa ada suatu yang mengikat. Tapi semuanya memberikan keyakinan dan dorongan untuk maju. Lagi-lagi hati ini bingung, berfikir, berfikir, berfikir dan berfikir lagi.
Sebenarnya bingung harus memilih yang mana sampai harus membuat kesepakatan dengan hati, “saya mau maju kalau batas pengumpulan berkasnya di perpanjang” itu artinya kalau pengumpulan tidak di perpanjang saya anggap itu ‘kode’ dari Sang Penguasa kalau saya memang harus merintis gerakan sendiri. Hal ini saya lakukan untuk menguji keteguhan hati, untuk melihat komitmennya apakah siap di bawa berlayar atau tidak.
Sebenarnya ketika ditanya “jaya jangan galau-galau” saya sebenarnya sudah tidak galau karena apapun hasilnya mau maju atau tidak saya insyaAllah siap. Pun ketika di dorong “jay ayo daftar” saya hanya memberikan senyum simpul sambil bergumam dalam hati “bertahan, bertahan, bertahan kamu punya komitmen yang harus kamu selesaikan”. Maaf teman-teman telah melibatkan kalian dalam situasi ini, kalian memang pasti punya banyak komentar terhadap yang sudah terjadi, tapi apapun yang dilakukan orang pasti punya sesuatu untuk dikatakan. Aku hanya ingin menyelesaikan komitmen yang sudah di bangun diawal, kalau itu di langgar berarti hati ini memang belum siap menghadapi perlayaran yang sesungguhnya.

Semua kondisi yang terjadi dua hari kemarin sebenarnya sudah di prediksi dan benar-benar di luar dugaan sampai membuat galau sendiri, saya tidak menyangka respon kalian semua seperti itu, sampai mempersiapkan berkas dll. Maaf teman-teman sudah membuat kalian super rempong. Sekarang waktu pendaftaran memang di perpanjang dan saya anggap ini memang sudah jalan-Nya. Dengan waktu yang singkat harus menyiapkan visi yang besar. Tapi menghadapi kenyataan itu, terutama untuk dua hari kemarin saya tidak khawatir lagi akan nasib Kemafar kedepannya, karena Kemafar selanjutnya ada di tangan kita, ditangan kalian. Pun siapapun yang terpilih nanti saya tidak cemas karena kalian akan selalu ada membantu. Terimakasih teman-teman untuk kalian yang selalu menginspirasi!

Senin, 11 November 2013

Nothing

Sebetulnya bingung harus memulai ini dari mana. Ini memang sekelumit kisah yang dirangkaikan oleh waktu yang akan Nampak aneh ketika hanya diceritakan secara parsial. Ini bukan mozaik-mozaik yang ketika disatukan akan Nampak indah tapi ketika ada bagian yang hilang maka tidak akan lengkap.
Awal kisah ini tentu saja ketika mulai menanggalkan seragam putih-abu dan masuk kedalam dunia kampus. Ikut kegiatan sana sini dengan harapan satu : menjadi lebih baik dari sebelumnya. Dunia organisasi pun dimasuki, mulai dari intra kampus sampai organ ekstra. Pelik memang, tapi dinamika nya luar biasa.
Saat Politik Meja Makan @ Jatinangor
Sekarang 2013 hampir berakhir, segala kepengurusan pun sudah akan mendekati pertanggung jawaban. Fase pergantian generasi pun akan segera dilakukan. Hap hap hap entahlah aku belum mempunyai pilihan dimana hati ini akan di labuhkan tahun depan. Kadang ingin bergerak di bawah, make something new. Tapi ada juga yang mendorong untuk maju ke atas. Sampai tiba-tiba suatu waktu teman-teman ngajak makan dan membicarakan hal-hal yang memang tidak lazim dari pembahasan obrolan-obrolan biasanya. “Jay mau maju jadi ketua BEM?” Ooh mungkin ini yang dinamakan politik meja makan : karena di meja makan apapun bisa terjadi.
Ketika berkumpul dengan anak-anak School of Leader (SOL) VI, topic-topik nya pun tidak akan jauh dari yang namanya nyalon jadi Ketua BEM, karena memang mereka sepertinya yang bakalan di proyeksikan untuk maju. Teman-teman SOL dari keperawatan, kedokteran, kedokteran gigi maju semua di tingkat fakultas. “ayoo jay, kamu harus maju di farmasi nanti kita buat medical complex satu”. Sampai-sampai menteri kastrat BEM KEMA pun bilang “ciee ada nyalon gak bilang-bilang”.
Tapi entahlah, sampai detik ini pun masih belum mempunyai jawaban. Ini mutlak karena kelemahan hati, walaupun memang ada sedikit intervensi. Masih harus banyak yang harus dibenahi dan berintrospeksi diri sebelum waktunya benar-benar tiba.

Sabtu, 26 Oktober 2013

Sebuah Tulisan untuk Jiwa yang Tak Pernah Mati


Bissmillahirrohmanirrohim ..
Assalamualaikum Wr. Wb.

Bunga yang hidup akan selalu mekar ..
Jadi terimalah salam untuk para Kemafar ..
Hidup Mahasiswa!
           
         
           Seiring kicauan burung yang selalu menemani mentari pagi, segala puji syukur marilah kita panjatkan kepada Allah yang Maha Kuasa atas segala nikmat yang diberikan kepada makhluk-Nya, Dia-lah yang menciptakan merahnya darah dan beningnya air mata. Sholawat bertangkaikan salam semoga selalu tercurah kepada nabi besar Muhammad saw. Insan yang telah merubah dunia, mendobrak pintu kebatilan dan merubah peradaban, membawa kita dari zaman kegelapan sehingga sampai pada zaman ini.
      Ada rasa yang tak biasa bisa dipertemukan dengan kalian para pejuang dalam laboratorium pengkaderan. Suatu kehormatan bisa membuat kolaborasi dengan kalian dalam kepanitian MABIM-PEKA 2013.
       Sebelumnya saya ingin mengucapkan terimakasih untuk kalian yang selalu menginspirasi, untuk kalian yang selalu mendedikasikan diri meskipun dengan posisi kita sebagai anak farmasi bukanlah hal yang mudah untuk menjalani ini. Awal sekelumit kisah ini berawal dari musyawarah dua angkatan dulu yang bahkan untuk maju mencalonkan diri pun masih harus memutar otak ribuan kali ditengah hecticnya kuliah dan amanah yang sudah terpikul. Tapi dibalik itu semua ada semangat yang kalian berikan. Semangat untuk membangun generasi kemafar menjadi lebih baik bahkan dari kemafar-kemafar yang pernah ada sebelumnya.
            Titik tolak itu selalu ada, dengan modal motivasi yang besar kita mengarungi laboratorium pengkaderan ini. Terimakasih untuk DPH yang telah menahkodai pengarungan ini. Terimakasih untuk Indra, Hakim, Dhean, Saiful, Cia, Nurul, Raisa, Beth, Agis dan Ferdy yang telah merelakan waktunya tersedot, jam malam nya bertambah untuk rapat disamping mengerjakan tugas. Untuk segala keadaan yang pernah terjadi kalian tahu penyebabnya, untuk segala emosi yang pernah meledak kalian pernah mengalaminya. Terimakasih untuk segala kerjakerasnya, kalian keluargaku.
            Terimakasih untuk para pimpinan yang telah sukses mewarnai MABIM-PEKA kita kita ini. Kita sukses membuat kolaborasi dengan warna khas kalian masing-masing. Terimakasih untuk Ninu, Cesis, Tazki, Nadia, Dewi, Novia dan Syah yang telah mewarnai acara tahun ini. Kalian hebat ditengah tugas yang datang mendera, ditengah deadline yang datang melanda, tapi kalian membuktikannya. Terimakasih untuk Aryo, Akmal, Amel, Beni, Pusgit, Putri, Wildan, Poppy, Valen, Wati, Kenny, Fariz, Elwitha, Andhini, Terry, Anzari, Komang, Dida, Pece, Gustyan, Wirda, Chrissel, Laura, Muti dan Tara atas kerja kerasnya sebagai Tatib-Evaluator. Meskipun dengan perubahan yang cukup signifikan tapi kalian membuktikan kualitas kalian, kalian Luar Biasa. Terimakasih juga untuk Anti, Rika, Andhiani, Panji, Rara, Anek, Anggy, Diah, Dewo, Fuah, Qori, Luthfi, Ige, Hadi, Agisa, Nica, Alfy, Tita, Resti, Erlina, Nadia, Sani dan Tia kalian membuat mozaik kalian sendiri ditengah perbedaan yang ada.
Terimakasih juga untuk Adit, Handi, Hilka, Riswanto, Mydha, Hima, Rini, Retha, Devia, Ilham dan Lina yang telah mendedikasikan dirinya merawat maba yang sakit. Terimakasih juga untuk Ivo dan Yockie yang telah sukses memanage rohani di mabim ini, menjalin kerukunan diantara umat beragama.
Terimakasih untuk pejuang super MABIM-PEKA kita, Hilmi, Bowo, Arnaj, Pras, Hendry atas dedikasinya yang tanpa batas, juga untuk Rabella dan Lazu serta Dinar, Septi, Riri dan Dainar Kemafar pasti bangga punya kalian semua.
Juga tidak lupa terimakasih untuk Ketua BEM, PSDM, SC, Komdis yang masih sempat-sempatnya mengurusi adik kalian ini ditengah kesibukan Skripsi, Sidang, TA, dll.
Masalah datang silih berganti membawa dinamika dalam kepanitiaan ini, tapi ini tanda pembuktian kita sebagai manusia seutuhnya. Karena masalah lah yang nyatanya mendewasakan kita, bukan pujian, bukan pula kehidupan yang datar tanpa ada hambatan karena pada dasarnya seperti kata pepatah “Pelaut yang hebat itu tidak dibesarkan dalam ombak yang tenang.”
Terimakasih untuk kalian semua yang karena kerelaan hatinya mengorbankan waktu liburannya, menyibukan hari-harinya hanya untuk membuat generasi Kemafar selanjutnya lebih baik lagi. Terimakasih telah membantu menyelesaikan laboratorium pengkaderan ini, semua kerja keras kita pasti akan terbayar karena hasil tidak akan pernah mengkhianati kerja keras.
Untuk angkatan 2013 yang tidak bisa disebutkan satu per satu, selamat datang di dunia keras sesungguhnya, semoga MABIM-PEKA kemarin cukup membuat fondasi untuk masa depan kalian, semua yang kami lakukan hanya untuk membuat kalian jauh lebih baik dari generasi yang pernah ada. Sekarang kalian memikul estafet perjuangan Kemafar di bahu kalian, ketika masa nya tiba kami nantikan kalian di hari pembuktian untuk membuat Kemafar jauh lebih baik lagi. 
Terimakasih untuk kalian yang selalu menginspirasi ..
Semoga nurani kita tetap bernyala ..


Salam, dari hati untuk jiwa yang tak pernah mati ..
Ketua MABIM-PEKA 2013
Jaya Sukmana 

Aku ingin Menepi

Aku sudah melakukan pengarungan yang panjang, setidaknya untuk 2 tahun terakhir ini. Perjalanan yang tidak bisa dianggap mudah apalagi dengan statusku saat ini. Untungnya aku tidak sendirian, ditemani awak kapal yang begitu hebat dan nahkoda yang luar biasa. Kadang aku ditunjuk sebagai nahkoda, membawa berlayar kapal untuk mengarungi samudra. Ketika posisi ku mulai goyah karena badai sedang melanda, kalian mengajariku bagaimana cara mengemudikan kapal yang baik dan benar. Ketika aku mulai kehilangan arah perjalanan, kalian menunjukan jalan yang tepat. Bahkan ketika aku jenuh menghadapi perlayaran pun, kalian hadir dengan secangkir teh hanya untuk bercengkrama menikmati biru nya lautan.

Terimakasih untuk kalian yang sudah menemani perjalanan hingga detik ini. Aku senang bisa bekerjasama dengan kalian membangun laboratorium kehidupan kita. Tapi terlalu lama berlayar memang menjemukan juga. Terlalu lama di lautan kadang membuat lupa daratan. Padahal sejatinya di daratan lah kehidupan ini akan di langsungkan. Aku ingin mengejar mereka yang sudah sejak lama membangun fondasi-fondasi kehidupan masa depan. Sekarang aku benar-benar ingin menepi, setidaknya untuk saat ini.

 
biz.