Selasa, 31 Desember 2013

Mahasiswa dan Jaminan Sosial

“Kemudian dari pada itu, untuk membentuk suatu pemerintahan negara Indonesia yang melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia, dan untuk memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial…”

Tujuan Negara Republik Indonesia tertuang didalam Pembukaan UUD 1945 alinea ke empat, salah satunya adalah untuk memajukan kesejahteraan umum. Amanat untuk memajukan kesejahteraan umum memiliki makna untuk memajukan kesejahteraan rakyat secara keseluruhan, bukan hanya perorangan saja. Oleh karena itu perlu disusun suatu sistem yang dapat menjamin terselenggaranya keadilan sosial yang berlaku universal untuk semua warga Negara karena merupakan amanat dalam UUD 1945 pasal 28 H ayat 3 yang menyebutkan bahwa setiap orang berhak atas jaminan sosial yang memungkinkan pengembangan dirinya secara utuh sebagai manusia yang bermartabat.
Dalam rangka untuk memberikan jaminan untuk semua rakyat, pada tahun 2004 Pemerintah telah mengesahkan UU no. 40 tentang Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN) dan UU no.24 tahun 2011 tentang Badan Pengelola Jaminan Sosial (BPJS). Sistem Jaminan Sosial ini dimaksudkan untuk memenuhi kebutuhan dasar hidup yang layak bagi setiap warga Negara.
Salah satu bentuk jaminan sosial dapat menggunakan mekanisme asuransi sosial atau tabungan sosial yang bersifat wajib atau compulsory insurance, yang dibiayai dari kontribusi atau iuran yang dibayarkan oleh peserta. Dengan kewajiban menjadi peserta, sistem ini dapat terselenggara secara luas bagi seluruh rakyat dan terjamin kesinambungannya dan profesionalisme penyelenggaraannya. Dengan dijalankan system jaminan sosial ini diharapkan dapat mengatasi kesenjangan yang terjadi karena SJSN ini dijalankan dengan prinsip kemanusiaan, manfaat dan keadilan sosial. Selain itu SJSN diharapkan dapat memberikan akses yang seluas-luasnya kepada masyarakat miskin untuk mendapatkan penghidupan yang layak dan akses yang baik terutama dalam hal pelayanan kesehatan karena kesehatan merupakan salah satu sector yang dijamin dalam SJSN selain jaminan hari tua, jaminan keselamatan kerja, jaminan pensiun dan jaminan kematian. BPJS sebagai badan pengelola pun, bekerja atas dasar prinsip nirlaba, artinya iuran yang dikumpulkan, dikelola dan hasilnya digunakan sepenuhnya untuk peserta.
Alih-alih mendapatkn simpati rakyat, setelah RUU SJSN dan BPJS ini disahkan menjadi UU malah mendapatkan sejumlah penolakan dari beberapa kalangan terutama buruh yang merasa dirugikan dengan diterapkannya SJSN karena dianggap merupakan langkah mundur ditengah keinginan buruh untuk hidup layak. Disinilah seharusnya mahasiswa berperan. Tugas mahasiswa sebagai agent of change dan sebagai control sosial bisa turut serta bisa mensukseskan jaminan sosial ditengah ketidakpastian akan SJSN ini, karena sebelum UU SJSN ini disahkan pada tahun 2004 UU ini sudah mengalami revisi sebanyak 56 kali semenjak diajukan kepada pemerintah pertama kali pada tahun 2001, artinya UU SJSN saat ini sudah banyak mengalami perubahan dan perbaikan.
Tugas Mahasiswa untuk turut serta dalam mensukseskan jaminan sosial bisa dilakukan dalam berbagai sector. Misalnya mahasiswa bisa melakukan advokasi terkait pasal 19 ayat 1 yang masih dianggap rancu, dalam pasal ini disebutkan: Pemberi Kerja wajib memungut iuran yang menjadi beban Peserta dari Pekerjanya dan menyetorkannya kepada BPJS, padahal sebelumnya sudah ada Jaminan Sosial Tenaga Kerja (Jamsostek) dimana iurannya sudah ditanggung ke perusahaan, tanpa memotong upah buruh, sehingga belum ada kejelasan mekanisme jika SJSN ini diterapkan.
Peran mahasiswa yang begitu strategis menjadikannya objek yang pas dalam membantu mensukseskan jaminan sosial di Indonesia. Apalagi mahasiswa itu bisa melakukan hubungan vertical dan horizontal sekaligus. Horizontal dalam artian mahasiswa merupakan objek yang paling dekat berinteraksi dengan masyarakat sehingga mengetahui kondisi kekinian masyarakat. Vertikal dalam artian mahasiswa bisa berdialog langsung dengan penguasa, dan menyuarakan semua jeritan rakyat.
Masalah utama dari SJSN yang sudah memasuki tahap akhir ini adalah masih banyak penduduk Indonesia yang belum mengerti seberapa penting jaminan sosial ini diselenggarakan. Sehingga masih banyak multitafsir dan menganggap jaminan sosial ini merugikan. Mahasiswa bisa membantu sosialisasi dan melakukan pencerdasan kepada masyarakat tentang urgensi jaminan sosial demi kesejahteraan bersama, karena pada dasarnya jaminan sosial ini didasakan pada prinsip gotong royong yang menunjukan kita sebagai bangsa yang beradab.

Dan yang paling penting dari itu semua mari kita kawal terus pelaksanaan SJSN yang akan mulai di terapkan pada awal tahun 2014 agar Jaminan Sosial ini dapat berjalan sebagaimana mestinya, semua warga Negara terjamin kebutuhan dasarnya dan semua objek yang terlibat dalam SJSN bisa menjalankan tugasnya dengan baik. BPJS sebagai badan pengelola Jaminan Sosial pun dapat mengelola iuran peserta berdasarkan prinsip nirlaba dengan baik serta mari kawal terus agar BPJS tidak terindikasi virus korupsi dan semuanya dapat dimanfaatkan hanya untuk kepentingan rakyat.

Minggu, 15 Desember 2013

Aku dan BEM KEMA UNPAD : Awal Menjadi Bagian Kabinet Protagonis 2013

            Nama saya Jaya Sukmana. Dilahirkan 18 tahun yang lalu, tepatnya sekitar tanggal 4 September 1994. Menjadi putra ketiga dari tiga bersaudara yang dilahirkan dalam kehidupan keluarga sederhana disalah satu daerah di Sukabumi. Banyak hal yang patut saya syukuri dalam kehidupan saya misalnya mendapatkan pendidikan formal yang bisa dibilang cukup dibadingkan dengan kebanyakan teman sewaktu kecil. Meskipun tidak dibesarkan dalam kehidupan bermewah-mewahan, tapi yang patut sangat disyukuri adalah orang tua yang memberikan pendidikan agama yang cukup walaupun mungkin belum sampai pada tahap militansi seperti kader dakwah saat ini yang dibesarkan dalam kehidupan pesantren. 
            Salah satu yang melandasi saya untuk mengajukan diri menjadi bagian dari para pelaut kehidupan adalah keinginan untuk merubah kema unpad menjadi lebih baik tentunya, selain itu jauh dalam benak yang saya bayangkan, saya ingin belajar mengenal masyarakat yang pluralistic daripada hanya sekedar masyarakat fakultas, karena nantinya untuk membangun Indonesia madani pun, kita akan bertemu dan bekerja sama dengan masyarakat yang jauh lebih pluralistic dari pada hanya sekadar kehidupan kampus. Untuk saya yang dibesarkan dalam kehidupan fakultas memang tidak salah, tapi ketika dapat mengenal kema unpad secara menyeluruh, mungkin dapat menjadi kebanggaan tersediri dan pengalaman yang sangat berharga untuk membangun Indonesia nanti, karena cita-cita saya adalah menjadi seorang menteri kesehatan, sehingga harus belajar tentang kepluralistikan masyarakat dari sekarang.
Secara spesifik, kementerian yang saya inginkan pada kabinet Protagonis ini adalah kementrian kajian strategis. Setiap perubahan berawal dari pergerakan, dan pergerakan tidak akan pernah mati selama masih ada kehidupan. Sehingga menjadi suatu hal yang lumrah jika pergerakan menjadi suatu alat monopoli untuk kehidupan bangsa Indonesia. Pergerakan memang harus dimulai sejak dini, memupuk idealisme sebanyak-banyaknya sebelum siap untuk membangun Indonesia madani. Berbicara tentang pergerakan, tidak akan pernah bisa terlepas dari subjek yang terlibat didalamnya. Sehingga sejak dini mahasiswa harus sudah dicerdaskan agar nantinya tidak melenceng dari arah yang seharusnya. Karena kadang idealisme mahasiswa yang sudah dipupuk dalam kampus luntur begitu saja ketika mengenal dunia luar, berubah haluan orientasi menjadi uang, keluarga ataupun yang lainnya dari pada membangun masyarakat.  Disinilah peran kementrian kajian strategis yang utama dalam melakukan pencerdasan kepada para pemuda pelanjut tonggak estafet kehidupan, agar nantinya mahasiswa bisa menjadi garda terdepan dalam membangun kehidupan masyarakat.

            Saya memang berharap menjadi bagian dari para pencerdas kehidupan mahasiswa dalam hal ini kementrian kajian strategis. Resiko dari segala pilihan dan konsekwensi sudah saya pikirkan masak-masak.  Memang saat ini mungkin belum ada hal yang bisa saya banggakan dan membuat orang lain tertarik memilih saya untuk menjadi bagian dari kementrian kajian strategis lewat deskripsi yang saya tuliskan ini. Tapi saya berharap keinginan besar saya yang saya tuliskan dalam paragraph-paragraf diatas bisa memberikan sedikit pertimbangan dan pembuktiannya pada saat wawancara nanti, karena terlalu naïf rasanya bisa meyakinkan orang lewat tulisan yang singkat, hasil dari pemikiran yang serba terbatas ini.

Minggu, 01 Desember 2013

Negeri tak Bermoral : Refleksi di balik Hari AIDS

Hari ini tepat 1 Desember 2013, hari yang diperingati Dunia sebagai hari AIDS. AIDS atau Acquired Immune Deficiency Syndrome adalah sekumpulan gejala penyakit yang timbul karena turunnya kekebalan tubuh. AIDS disebabkan oleh infeksi HIV. Akibat menurunnya kekebalan tubuh pada seseorang maka orang tersebut sangat mudah terkena penyakit seperti TBC, kandidiasis, berbagai radang pada kulit, paru, saluran pencernaan, otak dan kanker.
Penyakit HIV-AIDS yang melanda negeri ini sudah semakin parah, di ibukota saja berdasarkan data Kementerian Kesehatan hingga Juli 2013, tercatat sebanyak 24.807 kasus HIV dan 6.299 kasus AIDS. Salah satu yang menyebabkan penularan virus HIV sebagai penyebab AIDS menurut Komisi Penanggulangan AIDS adalah karena hubungan seks yang tidak aman. Jika berhubungan seks tanpa menggunakan kondom, hal ini memungkinkan cairan mani atau cairan vagina yang mengandung virus HIV masuk ke dalam tubuh pasangannya. Oleh karena ini menjelang peringatan hari AIDS tahun 2013 ini pemerintah akan menggelar pekan kondom nasional dari tanggal 1-7 Desember 2013.
Miris rasanya mendengar berita ini, pemerintah seperti mensponsori rakyatnya sendiri untuk melakukan seks bebas. Hal ini seperti melegitimasi secara halus bahwa silakan saja kamu melakukan seks bebas asalkan dilakukan dengan aman dan menggunakan kondom agar tidak tertular HIV-AIDS. Pemerintah mungkin beralasan untuk memberlakukan pekan kondom dalam menanggulangi AIDS, tapi nyatanya itu adalah solusi parsial  dan justru menjerumuskan kedalam kemaksiatan yang lebih besar. Padahal nyatanya Rasulullah pernah bersabda : “Jika zina dan riba sudah menyebar di suatu bangsa maka sesungguhnya mereka telah menghalalkan azab Allah atas diri mereka sendiri.” (HR al-Hakim, al-Baihaqi dan ath-Thabrani).

Salah Kaprah
Ketika menghadapi suatu permasalahan, langkah yang harus ditempuh adalah dengan menyelesaikan akar masalahnya. Penyakit HIV-AIDS yang saat ini semakin parah di sebabkan karena maraknya seks bebas berarti yang seharusnya diatasi adalah masalah seks bebas, ketika diadakan pekan kondom, hal ini justru akan semakin mendorong masyarakat untuk melakukan seks bebas, bukannya mengatasi malah justru akan semakin memperparah. Islam sudah dengan tegas melarang seks bebas karena pasti ada kemudharatan disitu. Entah dimana logika pemerintah ketika melakukan kebijakan ini. Hal ini justru telah menodai kita sebagai bangsa timur yang bermartabat dan telah merusak moral anak bangsa.


Minggu, 24 November 2013

Tentang #YukMenginspirasi

Inspirasi itu adalah titik terang di tengah kebuntuan, pernah denger “aduh gue lagi gak ada inspirasi” atau “bentar gue nyari inspirasi dulu” yang diccari saat itu adalah inspirasi, ya berarti inspirasi itu seperti cahaya kecil di tengah kegelapan. Selain itu inspirasi itu seperti virus-virus yang dapat bereplikasi menjadi kebaikan-kebaikan baru lainnya, misalnya kita melihat seorang M. Natsir sebagai sosok inspirasi untuk seorang pemimpin bangsa karena kepemimpinan dan teladan beliau, orang-orang hari ini pasti akan berduyun-duyun berusaha menjadi sosok M. Natsir masa kini, itulah yang namanya Menginspirasi. Meskipun raga sudah tak dapat bersua, tapi jejak inspirasi akan tetap selalu ada.

Kenapa #YukMenginspirasi ?
Setiap orang pasti punya caranya sendiri-sendiri untuk dapat menginspirasi, seorang M. Natsir mungkin bisa jadi sosok yang menginspirasi dalam kepemimpinannya, tapi belum tetntu dapat menjadi sosok yang menginspirasi karena komunikasi atau karya seni nya. Karena setiap orang punya kesukaannya masing-masing jadi mari menginspirasi dengan cara kita masing-masing pula. Begitupun di Kemafar, keberagaman individu-individu di Kemafar juga seharusnya mendorong untuk dapat menginspirasi dengan caranya masing-masing. Untuk seorang akademisi mari Menginspirasi orang-orang dengan IPK yang tinggi misalnya. Bagi seorang yang suka dengan karya tulis, mari menginspirasi dengan prestasi-prestasinya. Bagi seorang organisatoris, mari menginspirasi karena pencapaian karya nya. Bagi seorang penulis, mari menginspirasi dengan tulisannya. Intinya kita bisa menginspirasi orang-orang dengan cara kita sendiri.

Lebih dekat dengan #YukMenginspirasi
#YukMenginspirasi sebetulnya merupakan singkatan dari visi yang akan saya bawa “Ikhlas Mengabdi, Proaktif Berkontribusi, Corong Pergerakan dan Prestasi”.

Ikhlas Mengabdi
Salah satu perbedaan kita sebagai mahasiswa dengan kaum lainnya adalah orientasi kita bukan uang, pengabdian yang dilakukan murni untuk berbagi dan inilah idealism yang harus di junjung.

Proaktif Berkontribusi
Jangan pernah mau hanya menjadi penikmat sejarah, jadilah para pelaku sejarah! Organisasi ini milik kita dan tidak akan pernah hidup tanpa kita. Berkontribusi itu seperti sedekah, kita tidak akan pernah rugi. Semakin banyak berkontribusi maka kita akan semakin banyak pula kita menerima.

Corong Pergerakan dan Prestasi
Salah satu peran mahasiswa adalah melakukan pergerakan, dan inilah salah satu yang membedakan kita dengan siswa. Pergerakan itu tidak melulu harus turun ke jalan dengan aksi. Ketika kita melihat satu realita yang salah maka kita wajib mengubahnya, dan itulah hakikat bergerak yang sesungguhnya, berpindah dari satu posisi menuju posisi lainnya, berpindah dari satu keadaan menuju keadaan yang lebih baik tentunya.
Parameter sederhana terhadap suatu keberhasilan itu adalah prestasi. Prestasi itu adalah modal untuk melihat lebih dekat dan melangkah lebih jauh. Melihat lebih dekat apakah program kemafar UNPAD selama ini sudah massif dan tepat sasaran atau tidak, serta melangkah lebih jauh atas pencapain periode-periode sebelumnya.

Kemudian visi ini saya jabarkan kedalam beberapa misi.

  1. Menciptakan nuansa kekeluargaan sebagai sarana penunjang pengembangan potensi dan minat anggota Kemafar UNPAD
  2. Mewujudkan iklim kompetitif dan prestatif di  lingkungan Kemafar UNPAD
  3. Optimalisasi BEM Kemafar UNPAD sebagai media pelayanan kesejahteraan mahasiswa yang professional
  4. Membangun pola pikir intelektual mahasiswa sebagai landasan untuk bergerak dan bertindak
  5. Melakukan pengabdian kepada masyarakat berbasis sumber daya mahasiswa
  6. Membangun dan mengokohkan hubungan baik dengan alumni serta lembaga mahasiswa di tingkat fakultas, universitas, nasional maupun internasional

Kemudian ada beberapa program unggulan yang akan di bawa :

Kemafar BerJaya
Ini adalah program untuk berprestasi, kompetisi diluar sana banyak sekali sehingga dalam program ini akan di fasilitasi agar kemafar bisa berprestasi. Program ini merupakan rangkaian mulai dari penginformasian lomba (competition center), pembinaan sampai mengikuti perlombaan itu.

FUN (Farmasi Untuk Negeri)
Ini adalah program untuk menjalankan peran horizontal kita melakukan pengabdian kepada masyarakat. Acara FUN ini mulai dari FUN Green, FUN Charity, FUN Desa.

Kemafar Award
Acara ini merupakan apresiasi kepada civitas yang telah berprestasi membawa harum nama fakultas farmasi UNPAD. selain itu juga untuk membangun nuansa kekeluargaan di antara civitas akademika.

Sabtu, 16 November 2013

Aku Sebut ini Keteguhan Hati

Sebetulnya tidak enak dengan apa yang terjadi dua hari kemarin, semua nya mendorong. Tapi ini memang resiko atas komitmen yang sudah di ucapkan. Dari kemarin memang bingung mau maju atau tidak di pemilihan raya fakultas, benar-benar bingung. Antara mau maju dan bergerak di atas sebagai ketua BEM atau bergerak di bawah make something new membuat komunitas, membangun dan merintis gerakan sendiri. Sebenarnya hati ini lebih condong untuk bergerak di bawah, kepala lebih suka berfikiran bebas tanpa ada suatu yang mengikat. Tapi semuanya memberikan keyakinan dan dorongan untuk maju. Lagi-lagi hati ini bingung, berfikir, berfikir, berfikir dan berfikir lagi.
Sebenarnya bingung harus memilih yang mana sampai harus membuat kesepakatan dengan hati, “saya mau maju kalau batas pengumpulan berkasnya di perpanjang” itu artinya kalau pengumpulan tidak di perpanjang saya anggap itu ‘kode’ dari Sang Penguasa kalau saya memang harus merintis gerakan sendiri. Hal ini saya lakukan untuk menguji keteguhan hati, untuk melihat komitmennya apakah siap di bawa berlayar atau tidak.
Sebenarnya ketika ditanya “jaya jangan galau-galau” saya sebenarnya sudah tidak galau karena apapun hasilnya mau maju atau tidak saya insyaAllah siap. Pun ketika di dorong “jay ayo daftar” saya hanya memberikan senyum simpul sambil bergumam dalam hati “bertahan, bertahan, bertahan kamu punya komitmen yang harus kamu selesaikan”. Maaf teman-teman telah melibatkan kalian dalam situasi ini, kalian memang pasti punya banyak komentar terhadap yang sudah terjadi, tapi apapun yang dilakukan orang pasti punya sesuatu untuk dikatakan. Aku hanya ingin menyelesaikan komitmen yang sudah di bangun diawal, kalau itu di langgar berarti hati ini memang belum siap menghadapi perlayaran yang sesungguhnya.

Semua kondisi yang terjadi dua hari kemarin sebenarnya sudah di prediksi dan benar-benar di luar dugaan sampai membuat galau sendiri, saya tidak menyangka respon kalian semua seperti itu, sampai mempersiapkan berkas dll. Maaf teman-teman sudah membuat kalian super rempong. Sekarang waktu pendaftaran memang di perpanjang dan saya anggap ini memang sudah jalan-Nya. Dengan waktu yang singkat harus menyiapkan visi yang besar. Tapi menghadapi kenyataan itu, terutama untuk dua hari kemarin saya tidak khawatir lagi akan nasib Kemafar kedepannya, karena Kemafar selanjutnya ada di tangan kita, ditangan kalian. Pun siapapun yang terpilih nanti saya tidak cemas karena kalian akan selalu ada membantu. Terimakasih teman-teman untuk kalian yang selalu menginspirasi!

Senin, 11 November 2013

Nothing

Sebetulnya bingung harus memulai ini dari mana. Ini memang sekelumit kisah yang dirangkaikan oleh waktu yang akan Nampak aneh ketika hanya diceritakan secara parsial. Ini bukan mozaik-mozaik yang ketika disatukan akan Nampak indah tapi ketika ada bagian yang hilang maka tidak akan lengkap.
Awal kisah ini tentu saja ketika mulai menanggalkan seragam putih-abu dan masuk kedalam dunia kampus. Ikut kegiatan sana sini dengan harapan satu : menjadi lebih baik dari sebelumnya. Dunia organisasi pun dimasuki, mulai dari intra kampus sampai organ ekstra. Pelik memang, tapi dinamika nya luar biasa.
Saat Politik Meja Makan @ Jatinangor
Sekarang 2013 hampir berakhir, segala kepengurusan pun sudah akan mendekati pertanggung jawaban. Fase pergantian generasi pun akan segera dilakukan. Hap hap hap entahlah aku belum mempunyai pilihan dimana hati ini akan di labuhkan tahun depan. Kadang ingin bergerak di bawah, make something new. Tapi ada juga yang mendorong untuk maju ke atas. Sampai tiba-tiba suatu waktu teman-teman ngajak makan dan membicarakan hal-hal yang memang tidak lazim dari pembahasan obrolan-obrolan biasanya. “Jay mau maju jadi ketua BEM?” Ooh mungkin ini yang dinamakan politik meja makan : karena di meja makan apapun bisa terjadi.
Ketika berkumpul dengan anak-anak School of Leader (SOL) VI, topic-topik nya pun tidak akan jauh dari yang namanya nyalon jadi Ketua BEM, karena memang mereka sepertinya yang bakalan di proyeksikan untuk maju. Teman-teman SOL dari keperawatan, kedokteran, kedokteran gigi maju semua di tingkat fakultas. “ayoo jay, kamu harus maju di farmasi nanti kita buat medical complex satu”. Sampai-sampai menteri kastrat BEM KEMA pun bilang “ciee ada nyalon gak bilang-bilang”.
Tapi entahlah, sampai detik ini pun masih belum mempunyai jawaban. Ini mutlak karena kelemahan hati, walaupun memang ada sedikit intervensi. Masih harus banyak yang harus dibenahi dan berintrospeksi diri sebelum waktunya benar-benar tiba.

 
biz.